SI LaNi DuDuls
Profile :
Tentang gw? gw ya gini-gini aja.
Seorang Mahasiswi jurusan Jurnalistik dengan segala deadline tugas yang jahanam.
Mengurusi 3 kponakan dahsyat.
Punya hobi ngunyah es batu.

Cari gw di...
FACEBOOK
TWITTER



Ngobrol :
Mau Follow blog ini? Mari...mari... :D

FOLLOW THIS BLOG!!!

Terimakasih udah mampir.
Ayo tinggalkan jejak di sini
Jangan lupa pake link
Nanti aku kunjungi balik :)








Cekidot!!!
Berita Pemerintahan Selasa, Agustus 12, 2008 16.09

Pemerintah Memberikan BLT

Jakarta, 29 Mei 2008

Pemerintah memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT), kepada Rumah Tangga Sasaran (RTS) di 10 kota besar seperti Jakarta, Medan, Palembang, Yogyakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Banjarmasin, Makasar, dan Kupang, Sabtu(24/5). Sementara itu 24 kota lain, kartu bantuan akan dibagikan paling lambat 15 Juni mendatang.

Hal itu dikatakan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, saat konfrensi pers di kantor Departemen Keuangan, Jakarta, Jumat (23/5). “Bantuan Langsung Tunai (BLT) diberikan kepada masyarakat miskin sebagai kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM),” jelasnya.

RTS akan menerima kompensasi sebesar Rp. 300 untuk jatah bulan Juni, Juli, dan Agustus. Empat bulan berikutnya akan dibayarkan Rp. 400 ribu. RTS yang menerima BLT harus memenuhi 14 kriteria Rumah Tangga Miskin (RTM) yang didata oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Empat belas syarat tersebut antara lain, luas lantai bangunan 8 m2 per orang, jenis lantai terbuat dari tanah atau bambu, jenis dinding dari kayu, tidak memiliki Mandi Cuci Kakus (MCK) sendiri. Tempat tinggal tidak mempunyai listrik, sumber air minum dari sumur, bahan bakar untuk masak menggunakan kayu atau minyak tanah.

Syarat lainnya yaitu, hanya sekali mengosumsi daging, susu atau ayam, dalam 1 minggu. Hanya makan 1 atau 2 kali sehari, memebeli pakaian baru hanya 1 tahun sekali, tidak sanggup membayar layanan kesehatan seperti Puskesmas. Pendapatan kepala keluarga <>

Menteri Komunikasi dan Informatika, Muhammad Nuh mengatakan, BLT hanya satu paket dari tiga paket bantuan yang disiapkan pemerintah untuk mengatasi kemiskinan."BLT memang tidak dapat menyelesaikan kemiskinan sehingga tidak hanya BLT yang disalurkan," jelasnya seperti yang diungkapkanya pada Antara, Selasa (20/5).

Ketiga paket itu adalah BLT itu sendiri, pemberdayaan masyarakat dan kredit.

"Jika mau diibaratkan, paket BLT itu ikan, paket pemberdayaan itu kail, sedangkan paket kredit itu adalah kolam," ucapnya.Selain BLT, paket lainnya adalah beras rakyat miskin (raskin) dan bantuan operasional siswa (BOS)."Masih banyak masyarakat yang butuh ‘ikan’ semacam ini," katanya.

Untuk paket pemberdayaan, pemerintah akan mengucurkan dana langsung ke desa untuk mengerjakan sendiri proyek yang ada di sekitarnya.

Proyek itu direncanakan, dikerjakan dan diawasi sendiri oleh masyarakat tanpa melibatkan birokrasi."Proyek ini juga mengandung unsur membuka kesempatan kerja," jelasnya.

Sedangkan paket kredit adalah pemerintah membuka akses kredit bank kepada rakyat miskin tanpa perlu memakai jaminan."Jaminan kredit ya pekerjaan yang dimiliki rakyat. Saudara-saudara kita ini tidak perlu pakai jaminan kalau pinjam ke bank," ujarnya.

Departemen Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Dekominfo), sebelumnya sudah memasang poster-poster mengenai sosialisasi program BLT, 14 kriteria RTM, dan skema penyaluran BLT kepada RTS, di kantor-kantor pos tingkat kelurahan di Indonesia.

Berikut skema penyaluran BLT, data penerima bantuan tahun ini menggunakan database RTS tahun 2005/2006 sebanyak 19,1 juta tetapi data juga di update dari data 1000 kecamatan. Data tersebut dikirim ke PT. Pos Indonesia, lalu kartu BLT dicetak oleh PT. Pos. Kemudian Depsos menyediakan dana sesuai kartu BLT yang telah dicetak. Dana dan kartu BLT tersebut dikirim ke kantor Pos seluruh Indonesia. Selanjutnya dana tersebut dapat dicairkan oleh RTS dikantor Pos terdekat.

Kantor Pos bukan hanya sekedar perantara tetapi juga melakukan pengecekan kelayakan daftar RTS di tingkat kelurahan. Jika memang layak kartu baru akan diberikan. Hasil verifikasi tersebut digunakan sebagai updating awal database RTS oleh BPS yang akan menghasilakan hasil database 2008 untuk penajaman sasaran program bantuan lainya di tahun 2009.

Hal itu dijelaskan Kepala Kantor Pos Cabang Pasar Minggu Sihabudin, ketika ditemui dikantornya, Pasar Minggu, Jakarta Selasa (27/5). “Pihak kita beberapa hari yang lau sudah mengecek ulang warga penerima BLT dikelurahan Pasar Minggu,” ucapnya.

Di Kelurahan Pasar Minggu warga yang menerima BLT sebanyak 1.269 orang. “Sampai hari ini (Selasa-red), 1.093 warga sudah menerima BLT,” paparnya.

Penjaga Loket Pembayaran BLT Kantor Pos Pasar Minggu, Ebraga mengatakan loket akan buka tiap hari kerja mulai pukul 08.00-15.00 WIB, hingga semua dana sudah dibayarkan kepada penerima BLT. “Jadi, warga tak usah takut tak kebagian, semua sudah ada jatahnya masing-masing,” tambahnya.

Ia mengatakan pada hari pertama pembagian BLT warga berdesak-desakan untuk mengambil uang, tetapi keadaan tetap terkendali. “Hari pertama kita buka 5 loket karena banyaknya warga yang dating, kita juga membuka loket khusus lansia untuk mempermudah penerima BLT yang sudah jompo,” jelasnya.

Ebraga juga mengatakan tidak menemui kendala yang berarti dalam pembayaran BLT ini.”Hanya saja banyak warga yang tak mau mengerti bahwa penerimaan BLT ini tidak boleh diwakilkan oleh siapapun, harus yang bersangkutan sendiri yang mengambil,” ucapnya.

Amsyah (54), Penerima BLT warga RT/RW 05/005 Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan mengaku senang bisa menerima uang sebesar Rp. 300 ribu tersebut. “Lumayan untuk nambah-nambahin modal warung saya,” ucapnya.

Nining(28), Penerima BLT warga kelurahan Pasar Minggu, menumpahkan kekecewaannya tidak bisa menerima dana BLT dengan memaki petugas loket, karena kartu BLT yang dibawanya atas nama suaminya. “Nggak ngerti orang kecil banget sih, suami saya kan lagi kerja, diwakilin istrinya nggak boleh,” katanya.

Hal serupa dialami Mahakami (48), warga Pasar Minggu yang juga gagal menerima BLT karena nama yang tercantum pada kartu BLT berbeda dengan nama yang tertera di KTP. “Nama yang ada dikartu BLT nama panggilan saya, karena beda sama KTP saya disuruh minta surat dari RT,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

“Padahal uangnya mau saya kirim untuk anak saya yang sekolah di kampung,” tandasnya.(Lan/Ant).

Mau Comments? Klik di sini :D (0)