SI LaNi DuDuls
Profile :
Tentang gw? gw ya gini-gini aja.
Seorang Mahasiswi jurusan Jurnalistik dengan segala deadline tugas yang jahanam.
Mengurusi 3 kponakan dahsyat.
Punya hobi ngunyah es batu.

Cari gw di...
FACEBOOK
TWITTER



Ngobrol :
Mau Follow blog ini? Mari...mari... :D

FOLLOW THIS BLOG!!!

Terimakasih udah mampir.
Ayo tinggalkan jejak di sini
Jangan lupa pake link
Nanti aku kunjungi balik :)








Cekidot!!!
Berita Politik Selasa, Agustus 12, 2008 16.04

100 Tahun Kebangkitan Nasional

Politik Indonesia Belum Seutuhnya Bangkit

Jakarta, 22 Mei 2008

Peringatan seabad Kebangkitan Nasional belum diikuti dengan kebangkitan dan kemajuan di aspek politik di Indonesia. Sejauh ini perubahan politik lebih banyak digunakan untuk mengambil kesempatan oleh sejumlah elit politik untuk melakukan perubahan mobilitas sosial. Itulah pendapat Pengamat Politik dan Dosen Ilmu Politik Universitas Indonesia, Andrinof A Chaniago, ketika ditemui, Selasa(20/05).

“Sebenarnya Indonesia punya kesempatan untuk maju seperti Negara Korea dan Thailand yang juga terkena krisis tahun 1998. Korea dan Thailand sudah memeperbaiki dari ekonomi sehingga bidang politiknya pun maju. Tidak seperti 2 negara lain sistem politik Indonesia tidak didukung oleh kemajuan dibidang Ekonomi.” Ucapnya..

“Padahal kemajuan aspek ekonomi sangat berkaitan dengan kemajuan dalam politik bernegara.” Terangnya. Ia juga menyatakan Negara ini beruntung memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang kaya, seharusnya bisa di eksploitasi dengan sistem yang benar agar mendatangkan profit bagi Negara.

Indonesia sudah melewati perjalanan politik yang cukup panjang. Diawali gerakan Budi Oetomo pada tahun 1905 yang menjadi tonggak kebangkitan bangsa . Dilanjutkan Sumpah Pemuda yang dideklarasikan pada 28 Oktober 1928, kemerdekaan tahun 45. Reformasi yang meruntuhkan orde baru 10 tahun lalu, dan kini telah menggenggam demokrasi dalam bernegara.

“Gerakan reformasi memberikan hasil kebebasan untuk berpolitik, untuk bebas berpendapat. Tapi sayangnya, para politisi memanfaatkan reformasi sebagai peluang untuk mendapatkan kekuasaan dan memanfaatkan pengaruh.” Ungkap Andinof.

Lebih lanjut ia mengatakan, kini muncul kecenderungan menggunakan kekuasaan dan pengaruh yang meluas itu untuk meningkatkan pendapatan pribadi dan kesenangan pribadi. “Motivasi awal mereka sudah salah yaitu mencari kekayaan, setelah menjadi penjabat lantas berperilaku konsumtif dan memiliki moralitas OKB (red -Orang Kaya Baru).” Jelasnya sambil tersenyum.

Ketika disinggung mengenai demokrasi ia mengatakan sebetulnya pemerintah tidak terlalu berperan dalam menegakkan demokrasi, kalaupun ada perannya, tapi tidak begitu signifikan. “Demokrasi sendiri penekanannya pada bagaimana meningkatkan kesejahteraan rakyat, memberikan perlindungan kepada rakyat. Kita bisa lihat itu belum sepenuhnya tercapai.” Tambahnya.

Mau Comments? Klik di sini :D (0)