SI LaNi DuDuls
Profile :
Tentang gw? gw ya gini-gini aja.
Seorang Mahasiswi jurusan Jurnalistik dengan segala deadline tugas yang jahanam.
Mengurusi 3 kponakan dahsyat.
Punya hobi ngunyah es batu.

Cari gw di...
FACEBOOK
TWITTER



Ngobrol :
Mau Follow blog ini? Mari...mari... :D

FOLLOW THIS BLOG!!!

Terimakasih udah mampir.
Ayo tinggalkan jejak di sini
Jangan lupa pake link
Nanti aku kunjungi balik :)








Cekidot!!!
Potret Buram Indonesia Kamis, September 25, 2008 00.10
Potret Buram Kemiskinan Indonesia

Bekasi (23/9) - Pagi ini gue kuliah Penulisan Berita Olahraga dan Budaya (PBOB). Seperti biasa dosen gue pak Eko yg juga redaktur olahraga surat kabar Media Indonesia, diawal perkuliahan selalu mereview apa aja peristiwa yang udah terjadi atau berita yang dijadikan headline (halaman depan Koran-red) minggu ini.
Teman-teman secara estapet coba ngejawab, ada yang jawab pergantian Kapolri, kasus KPPU, pembagian zakat memakan puluhan korban meninggal, susu mengandung melamin, dll.
Selanjutnya kita disuruh pilih berita mana yang pantes dijadiin headline dan apa alesannya? Menurut gue yang paling worthy adalah pembagian zakat di Pasuruan yg menyebabkan 21 orang meninggal dunia. Alesannya, jelas bgt dari jumlah korban yg tidak sedikit bisa menjadi nilai jual lebih makanya pas di taro di headline.
Pak Eko ngelurusin pendapat tersebut, katanya ada tiga unsur yang bisa dijadikan tolak ukur dalam menentukan headline. Pertama, sesuatu yg punya pengaruh untuk orang banyak (harga minyak dunia turun, contohnya). Kedua, dilihat dari tingkat kerugian atau keuntungan. Ketiga, besarnya nilai, (biasanya sih dilihat dari jumlah korban yang jatuh).
Dari ketiga unsur yang dijelasin sama pak Eko kayaknya pendapat gw nyerempet ke unsur yg terakhir. Dia nambahin kenapa berita tragedi pembagian zakat di Pasuruan pantas jadi headline, ”Ya, karena itulah potret buram kemiskinan negara Anda...Indonesia.” Setelah pak Eko ngomong gitu, gue mikir “lho, emang Bapak warganegara mana?”, sutralah kembali ke topik sedekah maut…
Sekedar mengingatkan tragedi itu terjadi di kediaman H. Syaichon seorang pengusaha kulit sukses, Jl. Dr Wahidin Sudirohusodo Kota Pasuruan, Jawa Timur, Senin (15/9), yang sejak tahun 80an setiap 15 Ramadhan selalu membagikan zakat kepada kaum dhuafa.
Namun, niat baik tersebut berubah menjadi petaka saat pembagian zakat sekitar 3.000 orang berdesakkan mengantri untuk mendapatkan uang Rp, 30.000 perorang. Semakin siang antrian tersebut semakin tidak terkendali sehingga banyak orang yang jatuh terinjak-injak lalu meninggal karena tak tertolong.
Dibeberapa TV Nasional tayangan tragedi sedekah maut itu diputer berulang-ulang. Gue bahkan sempet nangis merinding, ngeliat rekaman (gue lupa di TV mana), yang nunjukkin seorang ibu yang kedempet kearah pagar. Mulai dari dia terdorong, lemas terduduk keabisan napas, mencoba bangun tapi nggak bisa sampai akhirnya dia meninggal dengan bibir yg membiru.
Miris banget, padahal seinget gue Agustus lalu Pemerintah baru saja ngumumin kalau angka kemiskinan di Indonesia itu turun (dan gue lupa lagi berapa persen). Fakta dilapangan mengatakan lain. Kejadian di Pasuruan ini salah satu buktinya.
Polemik bermunculan, kenapa sih nggak disalurin aja ke badan amal biar lebih terorganisir? Kenapa nggak minta bantuan Polisi untuk menertibkan jalanya pembagian zakat? Dan bla..bla..bla..
Iya juga sih, bukannya ada hadist yang bilang kalau tangan kanan memberi, tangan kiri jangan sampai tahu. Lha, ini malah di gembar-gembor biar semua tahu.

Untuk lebih jelasnya ini gue lampirin kabar terbaru tentang kasus sedekah maut yang gue ambil dari kantor berita Antara.com

Polisi Tetapkan Tersangka Insiden Zakat Pasuruan
Jakarta (ANTARA News) - Polresta Pasuruan, Jawa Timur, menetapkan H Farouk sebagai tersangka kasus insiden pembagian zakat yang menyebabkan 21 orang tewas dan 13 lainnya dirawat di rumah sakit.Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Abubakar Nataprawira di Jakarta, Selasa, mengatakan, Farouk adalah salah satu putera H Syaikhon, pengusaha yang membagikan zakat di Purworejo, Pasuruan."Farouk ini adalah orang yang menjadi penyelenggara pembagian zakat. Dia yang mengurusi soal zakat," katanya.Ia mengatakan, tersangka dijerat dengan pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan orang lain meninggal dunia atau luka. Polisi menetapkan tersangka setelah meminta keterangan 18 orang saksi termasuk lima orang dari kalangan penerima zakat.Penyidik, juga akan meminta keterangan dari dokter untuk memastikan penyebab kematian 21 orang. Abubakar menilai, lokasi pembagian zakat dinilai tidak layak karena pintu pagar hanya memuat satu orang sedangkan yang datang ribuan orang.Untuk itu, Polri meminta kepada masyarakat untuk membagikan zakat lewat lembaga atau panitia zakat agar kejadian di Pasuruan tidak terulang. (*)

Label:

Mau Comments? Klik di sini :D (0)